Tampilkan postingan dengan label sebuah renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebuah renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

SESUATU

Ada banyak hal yang begitu mudah untuk di ucapkan tapi sungguh sulit untuk menjalaninya. Tidak semua yang kita ucapkan kadang sesuai dengan hati kita. Betapa seringnya kita tidak pernah menyadarinya kawan. Saat kita merasa apa yang kita lakukan benar mungkin saja menururt orang lain itu salah dan sebaliknya. Cobalah sekali kali rasakan jika anda di posisi orang lain. Acap kali kita tanpa sadar telah membohongi diri kita sendiri. Hanya sebagai pembenaran terhadap apa yang kita lakukan.
Tidak ada satupun manusia sempurna di muka bumi ini termasuk pasangan kita. Dia hanyalah orang terbaik bagi kita dari Allah. Bersiap siaplah untuk menerima ketidak sempurnaan itu kawan. Karena secara perlahan semuanya akan muncul. Laluilah proses perkenalan satu sama lain itu dengan sabar. Jika Allah telah mentakdirkan kita dalam ikatan suci,janji pada Allah yang di sangsikan malaikat maka bersabarlah. Allah punya caranya sendiri untuk menyatukan perbedaan itu. Jadi tunggulah waktu paling tepat.
Jika anda tidak ingin sesuatu terjadi pada anda maka jangan pernah melakukan sesuatu itu pada orang lain. Hidup itu menganut hukum timbal balik loh meskipun bukan semuanya. Jika dosa itu neraka maka pahala itu surga. Sama kawan, jika anda tidak ingin di bohongi maka jangan membohongi.
Kenyataannya orang yang anda benci adalah orang yang paling sering anda pikirkan setelah orang yang anda cintai. Tanpa sadar ternyata kita begitu perhatian pada orang yang sebenarnya kita benci. Karena itu betapa tidak enaknya hidup dalam kebencian. Sebelum anda terjerumus maka hindarilah kata kata benci dalam hidup anda.
Bersabar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan tapi anda harus terus belajar untuk sabar. Karena itulah mengapa Allah menyayangi orang yang sabar. Dari sabar kita bisa belajar banyak hal. Karena dengan modal sabar kita jadi bisa lebih bersyukur, bertawakal dan terus berusaha.
Jangan pernah berpikir hidup akan berjalan dengan lancar seperti yang kita inginkan terus. Jika hidup itu roda maka kadang di atas kadang di bawah, jika hidup itu jalanan maka ada terjal, ada mulus, ada lurusdan ada belok. Yah seperti itulah hidupmu kawan. Lalui semuanya dengan ikhlas agar tak ada berat yang kita rasa.
Kecewa adalah hal yang paling tidak enak dalam hati. Bersiap siaplah kecewa sebelum anda kecewa. Kecewa itu sakit, tidak mudah di lupakan dan butuh perjuangan yang tidak mudah untuk menyembuhkannya. Kecewa itu seperti jatuh dari tangga teratas dan untuk mengembalikannya ke tempat semula butuh waktu yang lebih lama dari proses kita naik sebelumnya. Tapi tetap ingatlah kawan, jangan membuat kecewa orang lain dan jangan membalas kekecewaan yang anda rasakan pada orang lain.
Lakukanlah hal terbaik yang bisa anda lakukan. Hidup hanya sekali manfaatkan waktu sekali ini dengan sebaik baiknya agar anda tidak menyesal di kemudian hari.
Sesuatu itu benar jika hati anda merasa tentram. Saat bibir anda berkata benar tapi hati anda tidak tentram itu namanya kebohongan kawan. Hati itu cermin dari sikapmu jadi bercerminlah pada hati saat anda memutuskan segala sesuatunya.
Jangan menyepelekan sesuatu yang kecil karena mungkin saja bisa jadi besar. Hal hal kecil itu bisa jadi besar jika anda terus membuatnya menjadi besar. Tapi sebaliknya jangan besarkan hal hal yang kecil menjadi besar pula kawan. Sesuai batasan normal saja. Karena yang tidak pas ukurannya juga tidak tepat kawan.
Mengakui kesalahan itu tidak sesulit yang anda pikirkan jika anda berpikir anda bukan makhluk sempurna. Hampir kebanyakan dari kita sangat sulit untuk mengakui kesalahan. Dari sekarang tidak ada salahnya anda belajar untuk mengakui kesalahan yang anda lakukan. Jangan takut kawan pasti orang lain akan menghormati sikap bijak anda yang satu ini.
Berhati hatilah dalam melakukan segala sesuatu. Pikirkan baik baik. Hati hati dan hati hatilah terhadap hati anda dan hati orang lain.
Bahagia itu luas bukan hanya kesenangan sesaat yang begitu saja hilang. Bersyukur tehadap apa yang kita miliki, memanfaatkan waktu sebaik baiknya, dan tidak egois terhadap kesenangan yang tidak merugikan orang lain. Mungkin ada yang salah dalam mengartikan bahagia itu apa. Pikirkanlah baik baik terhadap apa yang membahagiakan anda itu. Bukan bahagia rasanya saat kita menyakiti orang lain, bukan bahagia juga membenci orang lain.
Hargailah pasangan anda seperti anda melakukan nya terhadap diri anda. Cobalah trik ini jika anda ingin hidup anda bahagia bersama pasangan anda.

Senin, 10 Agustus 2009

SEMOGA PENUH ARTI

******************Maaf itu indah***************** *************************************************** *Dari Anas bin Malik r.a,dia berkata : “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda;Allah SWT berfirman : Wahai anak Adam,sesungguhnya selama engkau mau berdoa kepada-Ku dan mengharap Rahmat-Ku,maka Aku akan mengampunimu atas segala kesalahan-kesalahanmu dan Aku tak mempedulikannya. Wahai anak Adam,seandainya dosa-dosamu banyaknya sampai ke awan yang ada di langit,lalu engkau memohon ampunan kepada-Ku,maka Aku akan mengampunimu dan Aku juga tak akan memperdulikannya. Wahai anak Adam,seandainya engkau berjumpa dengan-Ku ( meninggal dunia ) dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi,sedang engkau saat berjumpa dengan-Ku tidak dalam menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun,maka Aku akan menjumpaimu dengan memberi ampunan sepenuh bumi pula”(H.R.Tirmidzi,Ahmad dan ad-Darimi) *Ibnu Umar r.a. pernah duduk bersama Rasulullah saw seraya berkata; “Aku menghitung lebih dari seratus kali Rasulullah saw mengucapkan,’Wahai Rabbku,ampunilah aku dan terimalah taubatku,sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun”(H..R Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi dan Ibnu Majah) Kedua Hadits di atas menunjukan kepada kita salah satu sifat Allah Swt yaitu al-Afwu atau kepema’afan.sifat ini adalah suatu sifat pemberian maaf atau ampunan kepada orang yang telah melakukan kesalahan kepada kita tanpa adanya rasa benci atau sakit hati terhadapnya,atau adanya keinginan untuk membalas padahal kita mampu untuk membalasnya. Jadi,memaafkan hanya untuk sementara waktu atau hanya sebatas di mulut saja(menyimpan perasaan dendam untuk membalas pada waktu yang lain)tidaklah termasuk kedalam sifat al-Afwu.begitu pula dengan sikap memaafkan dengan menyembunyikan rasa kebencian terhadap orang yang telah berbuat kesalahan,memaafkan karena terpaksa. Mari kita lihat sifat al-Afwu dalam pribadi Rasulullah saw,sikap beliau dalam memaafkan kesalahan orang lain yang menyakiti dirinya merupakan sifatnya yang utama. Dikisahkan bahwa ketika berahir perang Uhud,sebagian kaum muslimin mendapati bahwa wajah Rasulullah saw terluka dan giginya pecah-pecah,lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw;.”seharusnya anda berdoa dan memohon musuh itu binasa”namun Rasulullah saw hanya menjawab.,”Aku diutus bukan untuk melaknati,tetapi aku diutus sebagai da’i dan pembawa rahmat.Ya Allah,berilah petunjuk kepada kaumku,sesungguhnya mereka tidak mengerti’ Dalam berbagai kesempatan Rasulullah saw selalu bersabda; “Barang siapa memberi maaf ketika dia mampu membalas,Allah akan mengampuni dia di saat dia kesukaran”(Al-Hadits) Ummul Mukminin,sayyidah ‘Aisyah r.a. belum pernah melihat Rasulullah saw membalas orang yang menganiaya beliau selama orang itu tidak melanggar larangan-larangan Allah Azza wa Jalla.akan tetapi apabila mereka melanggarnya,maka Nabi saw amat keras amarahnya.beliau tidak akan memberi maaf kepada sesuatu yang menyinggung agama dan yang berhubungan dengan hak-hak Allah Swt,sebab pemberian maaf dalam hal ini berarti membiarkan terjadinya penginaan terhadap hak-hak Allah Swt. Diriwayatkan bahwa suatu ketika Junaid al-Baghdadi menuturkan; “Aku sedang duduk-duduk di masjid asy-syunuziah,menunggu iringan mayat agar aku bisa ikut melaksanakan shalat jenazah.orang-orang Baghdad dengan berbagai kelasnya duduk menunggu iringan tersebut.lalu aku melihat seorang miskin yang bertopeng sebagai sufi sedang mengemis di kerumunan orang banyak.aku berkata kepada diriku sendiri,’jika orang ini mau bekerja untuk memperoleh rizkinya,itu akan lebih baik baginya’ketika aku kembali kerumah,maka seperti biasanya,aku mulai melakukan wiridku di malam hari,menangis dan shalat,serta melakukan amalan-amalan lainya.tetapi semua wiridku itu terasa memberatkan jiwaku,maka akupun memutuskan untuk duduk-duduk saja melepas lelah. Ketika kantuk datang kepadaku,aku melihat si pengemis itu.kulihat orang-orang sedang meletakan tubuhnya di atas hamparan kain yang lebar dan mereka memerintahkan kepadaku,’makanlah daging orang ini,karena engkau telah menggunjingnya.’keadaan orang itu di ungkapka kepadaku dan aku memprotes,’aku tidak mengunjingnya!aku hanya mengatakan sesuatu kepada diriku sendiri!lalu dikatakan kepadaku.’pergilah!seperti itupun tidak layak.pergilah kepada orang itu dan meminta maaflah! Paginya,aku terus mencari orang itu sampai aku menemukannya sedang mengumpulkan daun-daunan yang tersisa didalam air yang digunakan untuk mencuci sayuran.ketika aku memberi salam kepadanya,dia bertanya’Wahai Abul Qasim,apakah engkau dating kesini untuk menggunjing?’aku menjawab’Tidak!’dia lalu berkata’semoga Allah mengampuni dosa kita berdua’ Lihat pula bagaimana perilaku imam Hasan al-Bashry dalam mengamalkan sifat al-Afwu ini.dikisahkan; Bahwa suatu ketika,sahabat beliau datang dan berkata ‘si Fulan dan si Fulan telah menggunjing Anda’lalu,imam Hasan mengirimkan kue-kue kepada orang yang telah menggunjingnya dengan pesan’Aku mendengar bahwa engkau telah melimpahkan amal baikmu kepadaku,aku ingin membalas kebaikanmu’ Saudaraku,didalam kata maaf sesungguhnya terdapat dua hal yang utama yaitu; Pertama;sikap meminta maaf,dan kedua;sikap memberi maaf. Orang yang bijak adalah orang yang mau mengakui kesalahan dan segera meminta maaf atas kesalahannya.sedangkan orang yang dapat memberikan maaf atau memaafkan kesalahan orang lain terhadap dirinya,maka ia bukan saja bijak,tetapi ia juga termasuk didalam golongan orang-orang yang bertaqwa Sebagaimana firman-Nya;”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.(yaitu)orang-orang yang menafkahkan(hartanya),baik di waktu lapang maupun sempit,dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan(kesalahan)orang.Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(Q.S. Ali-Imran:133-134) Kalaulah kita memiliki lidah yang tak pelit meminta dan menerima maaf,maka sungguh indah kehidupan ini.tak perlu lagi kita saling menarik urat leher,mencari-cari kesalahan orang lain,karena bukankah manusia adalah biangnya kesalahan.apalagi kalau permintaan dan pemberian maaf itu disertai dengan dengan hati yang tulus dan ikhlas,maka tak perlu lagi kita membalas menjelek-jelekan saudara kita yang sedang khilaf atau lalai.bukankah Allah Ta’ala telah berfirman;”jika kamu melahirkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan orang lain,maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.”(an-nissa;149) Marilah kita saling mengingatkan dengan menyampaikan pesan yang disampaikan Rasulullah saw kepada sahabat Uqbah bin Amir; “Ingatlah!Aku akan memberitahu kepadamu tentang akhlak yang paling utama bagi orang-orang di dunia dan di akherat.yaitu;kamu mempererat hubungan orang yang memutuskan hubungan denganmu,memberikan sesuatu kepada orang-orang yang menghalangi pemberian kepadamu serta memberi pengampunan(memaafkan)kepada orang yang menganiaya dirimu.” Anas bin Malik r.a. meriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda;”apabila para makhluk dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menjalani pemeriksaan,terdengarlah suara keras,’Harap berdiri orang-orang yang pahalanya disisi Allah!’saat itu ada orang yang bertanya,’siapakah orang-orang yang pahalanya disisi Allah itu ya Rasulullah!”beliau menjawab’Mereka adalah orang-orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain.’maka merekapun berdiri serta memasuki surga tanpa di hisab.’(H.R.Thabrani) ( Sumber dari : Buku Hidayah ) Maaf jika kurang berkenan di hati saudara-saudara saya sekalian,saya hanya ingin berbagi dengan semua umat di dunia ini,semoga bermanfaat... Regards

MUTIARA BERSERAK

MUTIARA BERSERAK… “Harga diri ialah perhiasan kemiskinan,dan Syukur adalah perhiasan kekayaan” “Berikanlah hatimu kepada seluruh manusia,niscaya mereka memberikan hati mereka sepenuhnya” “Bukti kedunguan ialah orang yang membanggakan dirinya sendiri” “Orang yang lebih jahat daripada Penggunjing(pengumpat) dan penyebar fitnah ialah orang yang senang mendengarkan omongan mereka” “Tidur adalah mati sejenak dan mati adalah tidur selama-lamanya” “Mengherankan sekali,orang yang mencuci wajahnya berkali-kali dalam sehari,tetapi tidak mencuci hatinya walaupun sekali setahun” “Barang siapa yang banyak sendau guraunya,ia tidak akan selamat dari cemoohan atau kedengkian orang” “Orang yang paling sengsara ialah yang tidak bisa memanfaatkan akal dan pengalamannya” “Senyumlah jika anda kalah dan rendah hatilah bila anda menang” “Sabar adalah jalan yang penuh duri,jika anda mampu melewatinya,anda akan meraih maksud dan tujuan” “Tidak ada sesuatu yang patut dipenjara dalam waktu yang lama,kecuali lidah” “Orang sengsara adalah yang tertipu oleh hawa nafsu dan kesombongannya” “Nafas manusia adalah langkah-langkahnya menuju kematian” “Tegurlah kawanmu dengan berbuat baik kepadanya dan tolaklah kejahatannya dengan menyantuninya” “Sebaik-baik manusia adalah yang menghilangkan kekikiran dari dalam hatinya dan menentang hawa nafsu karena ketaatan kepada Allah” “Orang yang mulia ialah yang menahan diri dari meresahkan orang lain dan orang yang kuat adalah yang dapat menghalahkan hawa” “Serendah-rendah ilmu pengetahuan adalah yang terhenti pada lidah,dan setinggi-tinggi ilmu pengetahuan adalah yang tampak pada seluruh amal perbuatan” “Lubang jarum tidak sempit bagi dua kawan yang saling mengasihi,dan dunia tidak luas bagi dua orang yang bermusuhan” “Tidak ada suatu tindakan yang lebih memulyakan kedudukan seorang wanita selain menjaga kehormatan dan harga dirinya” “Ilmu yang bermanfaat menuntut kesabaran,pengorbanan dan keikhlasan” Buahnya adat adalah akal yang sempurna,dan buahnya ilmu adalah amal sholeh” “Tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada akal yang diperindah dengan ilmu,dan ilmu yang diperindah dengan kebenaran(shidiq)dan kebenaran yang diperindah dengan kebaikan dan kebaikan yang diperindah dengan taqwa” “Barang siapa takut kepada Allah,maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya.Barang siapa tidak takut kepada Allah,maka Allah menjadikanya takut dari segala-galanya” “Bertaqwalah kepada Allah,tiada amal tanpa niat yang baik,tidak ada harta kekayaan bagi yang tidak punya kawan,dan tidak ada kehormatan bagi orang yang tidak beragama” “Tidak semua Rahasia harus diberitakan kepada anda,dan tidak semua yang sudah diketahui oleh umum harus anda beritakan kepada orang lain” Sekedar berbagi dengan saudaraku sekalian,Maafkan saya yang fakir ini jika kurang berkenan.semoga penuh arti... regards

Menunggu

Menunggu RABU, 26 Nov 2008 06:25 WIB Di suatu tempat di tepian sungai, seorang pemuda memandangi seorang pemancing tua. Sambil duduk beralas daun pisang, Pak Tua begitu menikmati kegiatan memancing. Ia pegang gagang pancingan dengan begitu mantap. Sesekali, tangannya membenahi posisi topi agar wajahnya tak tersorot terik sinar matahari. Sambil bersiul, ia sapu hijaunya pemandangan sekitar sungai. Sang pemuda terus memandangi si pemancing tua. "Aneh?" ucapnya membatin. Tanpa sadar, satu jam sudah perhatiannya tersita buat Pak Tua. Tujuannya ke pasar nyaris terlupakan. "Bagaimana mungkin orang setua dia bisa tahan berjam-jam hanya karena satu dua ikan?" gumamnya kemudian. "Belum dapat, Pak?" ucap si pemuda sambil melangkah menghampiri Pak Tua. Yang disapa menoleh, dan langsung senyum. "Belum," jawabnya pendek. Pandangannya beralih ke si pemuda sesaat, kemudian kembali lagi ke arah genangan sungai. Air berwarna kecoklatan itu seperti kumpulan bunga-bunga yang begitu indah di mata Pak Tua. Ia tetap tak beranjak. "Sudah berapa lama Bapak menunggu?" tanya si pemuda sambil ikut memandang ke aliran sungai. Pelampung yang menjadi tanda Pak Tua terlihat tak memberikan tanda-tanda apa pun. Tetap tenang. "Baru tiga jam," jawab Pak Tua ringan. Sesekali, siulannya menendangkan nada-nada tertentu. "Ada apa, Anak Muda?" tiba-tiba Pak Tua balik tanya. Si Pemuda berusaha tenang. "Bagaimana Bapak bisa sesabar itu menunggu ikan?" tanyanya agak hati-hati. "Anak Muda," suara Pak Tua agak parau. "Dalam memancing, jangan melulu menatap pelampung. Karena kau akan cepat jenuh. Pandangi alam sekitar sini. Dengarkan dendang burung yang membentuk irama begitu merdu. Rasakan belaian angin sepoi-sepoi yang bertiup dari sela-sela pepohonan. Nikmatilah, kau akan nyaman menunggu!" ucap Pak Tua tenang. Dan ia pun kembali bersiul. ** Tak ada kegiatan yang paling membosankan selain menunggu. Padahal, hidup adalah kegiatan menunggu. Orang tua menunggu tumbuh kembang anak-anaknya. Rakyat menunggu kebijakan pemerintahnya. Para jejaka menunggu jodohnya. Pegawai menunggu akhir bulannya. Semua menunggu. Namun, jangan terlalu serius menatap 'pelampung' yang ditunggu. Karena energi kesabaran akan cepat terkuras habis. Kenapa tidak mencoba untuk menikmati suara merdu pergantian detak jarum penantian, angin sepoi-sepoi pergantian siang dan malam, dan permainan seribu satu pengharapan. Nikmatilah! Insya Allah, menunggu menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti memandang taman indah di tepian sungai. (mnuh)

Good Point For Sharing

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya , Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetanggany a untuk datang membantunya.. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tan ah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri ! Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan..... Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan : 1. Bebaskan dirimu dari kebencian 2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan 3. Hiduplah sederhana 4. Berilah lebih banyak 5. Berharaplah lebih sedikit 6. Tersenyumlah 7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama. "Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"